Di antara nikmat yang Allah ‘azza wajalla berikan kepada ummat Islam adalah dengan memunculkan pada setiap zaman para pembela agama-Nya dari kalangan para ulama’. Mereka adalah ibarat bintang-bintang di langit yang apabila bintang itu muncul, manusia pun akan mendapat petunjuk dengannya. Apabila bintang tersebut lenyap dari manusia, maka mereka akan tenggelam dalam kebingungan. Mereka adalah golongan yang Allah subhanahu wata’ala sejajarkan dengan diri-Nya dan para malaikat-Nya dalam sebuah persaksian yang paling agung, yaitu bahwasanya tiada Illah yang berhak disembah selain Allah sebagaimana dalam firman-Nya yang mulia
شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ وَالْمَلاَئِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Ilah yang berhak disembah melainkan Dia, yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu).Tidak ada Illah yang berhak disembah melainkan Dia yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Ali Imran : 18)
Dalam ayat di atas Allah subhanahu wata’ala memulai persaksian dari diri-Nya sendiri, kemudian para malaikat, kemudian ahlul ilmi. Maka cukuplah hal ini menjadi kemuliaan dan kautamaan yang Allah subhanahu wata’ala berikan kepada mereka. Baca Lanjutannya…

Sebuah nasehat penuh makna dari seorang Ibu kepada putrinya saat menikah:




